Bahasa  

Pengertian Unsur ekstrinsik Dalam Novel Beserta Contohnya

Pengertian Unsur ekstrinsik Dalam Novel
Pengertian Unsur ekstrinsik Dalam Novel

Pengertian Unsur ekstrinsik Dalam Novel

 

Pernahkah kamu membaca novel? Atau bahkan mengoleksi nya?  Novel sangat digemari oleh banyak kalangan muda bahkan dewasa. Novel memiliki banyak genre menarik untuk dibaca. Bahkan tak sedikit yang menjadi kolektor novel, baik berupa buku maupun e-book yang kini sudah tersedia dalam aplikasi-aplikasi tertentu.

Apalagi di era digital 4.0 seperti sekarang ini. Apa saja yang kita inginkan bisa kita cari lewat telepon genggam. Jadi, kita bisa menemukan ratusan bahkan ribuan novel berbentuk e-book atau soft file lalu kita unduh, kemudian bisa langsung dibaca, tidak perlu pergi keluar rumah untuk membeli novel di book store. Praktis sekali yah!

Bicara soal novel, maka kita akan menyimpulkan bahwa novel memiliki dua unsur berupa intrinsik dan ekstrinsik. Yang mana dua unsur tersebut merupakan unsur pembangun sebuah novel. Lalu apa sih sebenarnya unsur intrinsik dan ekstrinsik itu? Simak ya teman-teman!

Unsur intrinsik merupakan unsur-unsur utama dari dalam yang membangun utuhnya sebuah karya novel di antaranya yaitu tema, latar, alur, tokoh, penokohan, sudut pandang, gaya cerita, dan amanat.

Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur dari luar intrinsik yang turut membangun dan mendukung sebuah novel seperti latar kondisi ekonomi, sosial, budaya, agama, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat di sekitar tokoh dalam novel.

Dan untuk kesempatan kali ini kita akan membahas dan mengupas lebih dalam mengenai unsur ekstrinsik dari novel. Apa pengertiannya menurut para ahli dan juga contohnya. Baca sampai tuntas yaa!

 

Pengertian unsur ekstrinsik

 

Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang berada dalam sebuah cerita yang mana juga ikut membangun jalannya suatu cerita. Akan tetapi, meskipun unsur ekstrinsik ikut membangun suatu karya sastra namun, tidak secara langsung akan mempengaruhi karya sastra tersebut.  Unsur ekstrinsik ini umumnya berupa keadaan subjektivitas sang pengarang yang memiliki sikap, keyakinan, dan pandangan hidup yang nantinya akan mempengaruhi hasil tulisan suatu karya sastra.

Unsur ekstrinsik amat erat kaitannya dengan nilai dan norma yang sedang berlaku. Secara definisi, norma adalah peraturan atau ketentuan yang berlaku dan harus ditaati oleh seseorang yang merupakan bagian dari penegak norma tersebut. Sementara nilai yang didefinisikan menurut Kaelan (2002:174) adalah suatu kemampuan yang erat kaitannya pada benda yang bertujuan untuk memuaskan manusia. Berhubung karya sastra tidak terlepas atau dipengaruhi dari seisi budaya, maka aturan nilai dan norma juga turut mengiringi hal tersebut.

 

Unsur ekstrinsik juga acapkali disebut mirip dengan salah satu bagian dari unsur intrinsik yaitu pada bagian “Amanat”. Dirasa sangat berpengaruh dengan memberikan nilai-nilai positif yang melekat pada suatu cerita. Sementara nilai-nilai yang ada pada unsur ekstrinsik memang tidak berpengaruh secara nyata akan tetapi, jika dipahami dengan dalam maka akan terasa makna nya.

Meskipun unsur ekstrinsik merupakan bagian yang tidak dapat ditinggalkan atau di abaikan, tetapi unsur ekstrinsik juga tidak bisa dikatakan menjadi dasar lahirnya karya sastra itu sendiri. Unsur ekstrinsik merupakan bagian yang ikut membangun dan tidak dapat dipisahkan. Unsur ekstrinsik dapat memberikan  warna tersendiri dalam karya sastra yang nantinya dapat menjadi sebuah makna yang cukup dalam. Unsur ekstrinsik juga dapat dijadikan sebagai media potret realitas objektif suatu masyarakat dan lingkungannya ketika karya sastra itu diciptakan.

 

Pengertian unsur ekstrinsik menurut para ahli

 

Pengertian ekstrinsik menurut Rene Wellek dan Austin Warren dalam Tjahajono (1988:450), dalam pengkajian terhadap unsur ekstrinsik novel mencakup empat hal yaitu:

  1. Unsur ekstrinsik dalam novel mengkaji hubungan antara sastra dengan biografi atau psikologi sang pengarang. Pada dasarnya, latar belakang kehidupan sang pengarang atau kejiwaannya akan mempengaruhi proses penciptaan karya sastra dalam membangun unsur ekstrinsik pada novel.
  2. Mengkaji hubungan antara sastra dengan aspek-aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, dan agama. Situasi dan kondisi sosial politik ataupun realitas budaya tertentu akan berpengaruh terhadap karya sastra sebagai unsur ekstrinsik pada novel.
  3. Unsur ekstrinsik novel ialah mengkaji hubungan antara sastra dengan hasil-hasil pemikiran dari manusia, filsafat, ideologi, pengetahuan, dan teknologi.
  4. Mengkaji hubungan antara sastra dengan zaman, atmosfer atau iklim aktual pada waktu tertentu.

Berikut Unsur Unsur Ekstrinsik

 

  • Tema: merupakan gagasan utama atau ide pokok yang merupakan makna mendasar dari suatu karya sastra
  • Tokoh: merupakan karakter yang menjadi pemeran dalam karya sastra tersebut
  • Penokohan: merupakan gambaran atau pengembangan karakter dalam cerita
  • Latar: merupakan waktu atau tempat dimana cerita tersebut berlangsung
  • Alur atau Plot: merupakan gambaran peristiwa yang terjadi dalam sebuah cerita
  • Elemen Utama dari Plot: berisi eksposisi, tahap meningkat, klimaks, anti klimaks, penyelesaian dan kesimpulan
  • Sudut Pandang: merupakan narasi yang digunakan penulis untuk menenpatkan dirinya dalam sebuah cerita tersebut

 

Di samping itu, menurut Aminuddin, unsur ekstrinsik novel dibagi menjadi beberapa. Seperti berikut ini:

  1. Nilai agama

Adalah nilai-nilai yang terkandung dalam suatu cerita yang memiliki aturan atau ajaran keagamaan, rohani, ketuhanan atau religi.

  1. Nilai moral

Merupakan nilai-nilai yang berhubungan dengan sopan santun atau etika dan juga akhlak. Nilai moral pada cerita umumnya dapat berupa nilai moral yang baik ataupun justru sebaliknya. Hal itu tergantung pada pengarang.

  1. Nilai sosial

Adalah nilai yang berkaitan dengan komunitas masyarakat atau lingkungan di sekitar. Nilai sosial dapat didapatkan dengan mengamati interaksi antara tokoh utama dengan tokoh lain atau tokoh utama dengan lingkungan atau masyarakat.

  1. Nilai budaya

Adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan tradisi atau kebiasaan yang sudah melekat pada suatu daerah atau lokal.

 

Unsur ekstrinsik novel secara umum

 

Secara umum ada tiga unsur ekstrinsik pada novel, yaitu unsur biografi, unsur sosial dan juga unsur nilai. Berikut adalah penjabaran nya:

1. Unsur Biografi

Unsur ekstrinsik novel untuk yang pertama adalah unsur biografi atau dalam kata lain adalah latar belakang sang penulis. Latar belakang penulis dapat mempengaruhi isi dan cerita novel cukup signifikan. Yang dimaksud unsur biografi disini adalah merupakan unsur tentang latar belakang penulis, di antaranya meliputi tempat tinggal sang penulis, keluarganya, latar belakang pendidikan, lingkungan dan sebagainya.

2. Unsur Sosial

Yang kedua adalah unsur sosial. Unsur sosial juga termasuk sebagai salah satu unsur ekstrinsik novel. Unsur sosial atau kondisi sosial budaya sangat erat kaitannya dengan kondisi masyarakat ketika novel tersebut dibuat. Artinya keadaan sosial turut mempengaruhi isi cerita pada novel tersebut. Yang meliputi unsur sosial antara lain adalah kondisi politik, ekonomi, sosial, budaya, negara serta lingkungan masyarakat sekitar dari penulis novel.

3. Unsur Nilai

Yang terakhir adalah unsur nilai yang menjadi salah satu unsur ekstrinsik novel. Yang dimaksud unsur nilai adalah nilai-nilai atau pesan yang terkandung di dalam novel. Unsur ini juga turut melatarbelakangi cerita novel dan arah jalan ceritanya dari awal sampai akhir secara keseluruhan. Unsur nilai dalam novel berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam novel, bisa berupa nilai agama,  sosial, budaya dan moral dalam cerita novel.

Itulah pembahasan tentang pengertian unsur ekstrinsik. Kmau dapat membaca artikel ini lagi Ketika belum paham. Semoga ilmu ini dapat membantu kamu dalam mengetahui pengertian eksplanasi dan dapat membantu kamu untuk membuatnya.

Semoga dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Sekian dan terima kasih

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.