Partisipasi Masyarakat dalam Sistem Politik

Masyarakat merupakan salah satu komponen paling penting dalam negara, termasuk sistem politik.

Lalu bagaimana cara atau contoh partisipasi masyarakat dalam sistem politik?

Langsung simak aja pembahasan lengkapnya berikut ini!

 

Tujuan Partisipasi Masyarakat dalam Sistem Politik

Tujuan Partisipasi Masyarakat dalam Sistem Politik

Dimulai sejak hampir rezim di semua negara menjadikan kedaulatan sebagai dasar kekuasaan mereka, hal ini menjadi hal yang lumrah ketika rakyat melibatkan diri dalam suatu berjalannya proses politik.

Menjadi suatu yang lumrah karena rakyak melibatkan diri dengan kedaulatan yang dimiliki.

Negara-negara otoriter bahkan juga berusaha untuk dapat melibatkan rakyatnya dalam dunia politik, meski dalam skema yang dikontrol oleh pemerintahan otoritarian.

Tujuannya adalah untuk melegitimasi rezim, peraturan dan kebijakan yang dibuat oleh rezim otoritarian.

Politik dapat dilibatkan dalam berbagai tujuan, seperti diantaranya adalah memberikan masyarakatnya untuk dapat mempengaruhi proses pembuatan kebijakan atau peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah negara tersebut.

Bisa disebut hal ini menjadi tujuan utama dari partisipasi politik yang dilakukan oleh negara-negara yang demokratis.

Partisipasi dilakukan juga ntuk mengontrol pemerintah sebagai lembaga negara yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat.

Kemudian partisipasi masyarakat juga dapat menjadi alat untuk memilih pemimpin untuk mengekspresikan eksistensi individu atau kelompok yang memengaruhi pemerintah dan jalan yang harus dilalului adalah lewat jalur politik.

Namun, yang dimaksud dengan pastisipasi politik juga dapat menjadi alat untuk mengontrol rakyar serta warga negara, terutama di negara-negara otoritarian.

Disini pemerintah mempromosikan partisipasi politik dalam bentuk yang terkontrol oleh rezim otoriter tersebut.

Di sisi lain, partisipasi juga dapat membantu meringangkan beban pemerintah, seperti terbukanya lapangan kerja baru, hal ini bisa dijadikan sebagai pengawas dari jalannya pemberian suara secara sukarela.

Sehingga berdampak pada pengeluaran dana untuk pengawasan.

Kemudian, pastisipasi masyarakat bisa digunakan sebagai legitimasi rezim dan kebijakan dari rezim tersebut.

Semua negara memiliki tujuan dalam partisipasi politik, kebanyakan pemerintah dengan model negara yang demokratis memakai partisipasi dalam mengontrol rakyatnya.

 

Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Sistem Politik

Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Sistem Politik

Partisipasi masyarakat dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik itu yang mendukung atau yang menolaknya. Cara yang digunakan diantaranya seperti:

  • Kampanye
  • Poster
  • Aksi
  • Petisi
  • Demonstrasi
  • Boikot
  • Bahkan aksi paling mengerikan yakni saling membunuh

Sistem pemerintahan otoriter yang baik pengaturannya biasanya para pemimpin tahu bahaya dari menekan semua adanya bentuk partisipasi, hal inilah yang akan menjadi alasan mereka akan mengontrol aksi-aksi politik yang ada.

Partisipasi politik yang biasa bisa diartikan sebagai sebuah keterlibatan dimana individu akan menyampaikan aspirasi merlalui aksi-aksi yang dilakukan secara langsung.

Sementara itu, terdapat pengertian lain mengenai partisipasi tidak biasa.

Partisipasi yang tidak biasa merupakan salah satu partisipasi poilitik yang dilakukan masyarakat tanpa melalui elit politik dan menggelar aksi langsung.

Meski demikian ada hal yang harus dipahami, tidak semua partisipasi yang ada bisa digunakan di setiap negara.

Salah satunya adalah adanya sebuah petisi di Amerika Serikat merupakan hal yang biasa, tetapi menjadi hal yang tidak biasa jika dilakukan di Inggris.

Kemudian demonstrasi di Indonesia bisa menjadi hal ekstrim sebagai langkah anti rezim, meski demikian menjadi hal biasa ketika dilakukan di Prancis.

 

Faktor Pengaruh Partisipasi Masyarakat dalam Sistem Politik

Faktor Pengaruh Partisipasi Masyarakat dalam Sistem Politik

Partisipasi politik sangat erat berhubungan dengan tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin banyak pula peluang kecenderungan seorang tersebut dalam turut berpartisipasi dalam dunia politik.

Namun, bukan berarti negara tidak mempunyai masalah dalam mendapatkan partisipasi masyarakat untuk terjun dalam politik.

Di kebanyakan negara berkembang terdapat hubungan yang kuat antara politik, kepentingan dan keterlibatan dalam politik, namun hal yang dihadapi pemerintahnya adalah banyaknya kasus buta huruf yang dialami oleh para masyarakat daerah tersebut.

Selain itu terdapat pula faktor lain yang mempengaruhi minat masyrakat dalam berpolitik atau memberikan partisipasi mereka pada politik.

Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya partisipasi masyarakat dalam politik.

1. Personal

Faktor personal Pengaruh Partisipasi Masyarakat dalam Sistem Politik

  • Kepribadian masing-masing warga masyarakat dan anggapan mereka terhadap aktivitas sosial.
  • Seberapa efektif keterlibatan warga tersebut untuk mempengaruhi keputusan pemerintah.
  • Perilaku politik.
  • Persepsi individu terhadap tugas sosial dan masyarakat.
  • Keterlibatan masyarakat pada proses politik dipengaruhi oleh ekspos media, kontak personal dan usaha pemerintah membatasi partisipasi serta akses ke institusi politik.

 

2. Sosial Ekonomi

Faktor sosial ekonomi Pengaruh Partisipasi Masyarakat dalam Sistem Politik

  • Kelas sosial
  • Kekayaan atau kesejahteraan
  • Pekerjaan
  • Etnis
  • Gender

Pada umumnya orang yang lebih berkecukupan akan lebih aktif ketimbang orang yang belum berkecukupan atau sejahtera.

Lalu, pria akan lebih aktif ketimbang wanita, mayoritas wagra yang dominan biasanya juga lebih aktif dibandingkan dengan minoritas seperti halnya orang dewasa yang lebih aktif ketimbang orang tua dan anak-anak.

Jika kemungkinan terjadi rendahnya partisipasi politik seringkali bisa diakibatkan karena masyarakat dihadapkan dengan sebuah pilihan dalam melakukan kegiatan politik.

Namun, di satu sisi lain orang tersebut juga akan melakukan aktivitas lain seperti bersosialisasi.

Atau kegiatan yang dirasa dapat memberikan dampak berupa manfaat yang lebih nyata dan dibandingkan dengan turut berpartisipasinya seseorang tersebut dalam politik.

Angka tersebut dapat menunjukkan bahwa partisipasi dalam politik dalam jumlah presentasi dari sebuah daerah.

Kategori PPKN

Tinggalkan komentar