Organisasi Sosial

Organisasi sosial sekarang ini jadi unsur yang cukup penting di Indonesia khususnya. Tapi sebenarnya apa sih itu organisasi sosial?

Bagaimana ciri-cirinya? apa fungsinya? dan apa saja fungsinya?

Makannya langsung simak aja pembahasan lengkapnya berikut ini!

 

Apa Itu Organisasi Sosial?

pengertian organisasi sosial

Yang dimaksud dengan organisasi sosial merupakan sebuah konsep dasar dalam bidang studi ilmu sosial, terminologi organisasi kerap kali digunakan untuk konteks yang bervariasi.

Kata organisasi dapat juga diartikan sebagai sebuah perkumpulan, komunitas atau sebuah kelompok.

Mulai dari himpunan pelajar, bentuk organisasi mahasiswa, partai politik, hingga sebuah negara juga dapat disebut sebagai organisasi.

Terminologi ini dapat dikatakan cukup luwes yang ditemapkan dalam berbagai konteks yang sulit untuk didefinisikan.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa yang disebut dengan organisasi sosial terdiri dari suatu kumpulan individu sebagai anggotanya, terdapat pula proses pengaturan sehingga perilaku dan tindakan para anggota menjadi teroganisir.

Kata ‘sosial’ yang terdapat dibelakang kata ‘organisasi’ mengisyaratkan keterlibatkan banyak personal atau individu sebagai anggota, di dalamnya mereka saling berinteraksi satu sama lain

Jika menilik dari sosiologi, istilah organisasi dan organisasi sosial digunakan bergantian.

Organisasi sosial menurut para ahli, ogburn dan Nimkoff menyebut organisasi sebagai komponen-komponen yang berbeda dalam menjalankan fungsinya.

Didalamnya terdapat grup aktif yang digunakan untuk mampu menyelesaikan persoalan tertentu. M Johnsnon mengartikan organisasi sebagai sebuah aspek dari sistem interaksi sosial.

Menurut Elliot dan Merril,

organisasi merupakan suatu kondisi dimana beberapa institusi sosial berfungsi menurut tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Lalu, Stephen Hunt menyebutnya sebagai

Bentuk pengaturan aktivitas sosial yang melibatkan kontrol atas relasi sosial.

 

Unsur Organisasi Sosial

Unsur Organisasi Sosial

  • Kelompok Individu, adanya individu adalah sebagai anggota kelompok dalam organisasi sosial.
  • Lembaga Sosial, aspek-aspek kehidupan sosial yang mengalami institusionalisasi, aspek ini musti terdapat pada rumusan dan tujuan dalam organisasi sosial.
  • Peran Sosial, peran yang dimainkan oleh para anggota organisasi, pastinya sesuai posisi si anggota dalam struktur organisasi tersebut.
  • Kelas Sosial, adanya klasifikasi atas individu dan kelompok dalam sebuah organisasi secara hierarkis, jumlah kelompok elit biasanya akan lebih sedikit ketimbang para anggota.
  • Tujuan Organisasi, tujuan dari suatu kelompok individual dalam sebuah organsiasi, bukan tujuan secara individu. Tujuan inilah yang ingin dicapai oleh para individu melalui pembagian kerja sama.

 

Ciri-ciri Organisasi Sosial

Ciri-ciri Organisasi Sosial

  • Terdapat rumusan batas operasional yang jelas demi tercapainya tujuan bersama, serta memenuhi aspirasi para anggotanya.
  • Memiliki identitas yang jelas sehingga dapat diakui oleh banyak masyarakat.
  • Terdapat keanggotaan dan status formal dan memiliki pembagian peran dan tugas yang jelas serta terstruktur.
  • Memiliki dasar nilai dan norma di masyarakat, termasuk nilai sosial.
  • Memiliki sifat formalitas, memiliki perumusan tertulis terhadap peraturan atau ketetapan dan lain sebagainya.
  • Memiliki sifat hierarki, organisasi sosial juga harus memiliki pola kekuasaan dan kewenangan seperti piramida.
  • Mempunyai tujuan dan kepentingan yang akan dicapai demi kepentingan masyarakat, disamping tidak mementingkan untung dan rugi.

 

Fungsi Organisasi Sosial

1. Sebagai Pedoman

Fungsi Organisasi Sosial sebagai pedoman

Fungsi utama adalah sebagai pedoman bagi para anggota, yakni masyarakat yang terdapat di dalam organisasi tersebut.

Terbentuk dari adanya jaringan tingkah laku manusia serta hubungan antarmanusia dalam lingkungan masyarakat.

Hal ini juga menegaskan bahwa organisasi ini memiliki fungsi memberikan sebuah pedoman bagi para masyarakat sebagai anggotanya terkait pola tingkah laku dan sikap yang benar dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

 

2. Menjaga Keutuhan Masyarakat

Mengamalkan nilai-nilai pancasila

Organisasi juga memiliki fungsi dalam mempertahankan dan menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan, berjalan dengan keinginan para anggota dalam mengembangkan dan memajukan masyarakat di suatu daerah tersebut.

Tujuan dari fungsi ini dapat dicapai jika terdapat pembentukan program sosialisasi kemasyarakatan, seperti gotong royong, peningkatan manfaat sumber daya alam dan lain sebagainya.

Kondisi ini juga dimaksudkan untuk mencegah munculnya keutuhan masyarakat iyu.

 

3. Pedoman Masyarakat

Fungsi Organisasi Sosial Pedoman Masyarakat

Organisasi juga dapat digunakan sebagai pedoman atau pegangan bagi para anggotanya, yakni masyarakat sekitar.

Hal ini berlaku untuk mengawasi tingkah laku dan sikap para anggota masyarakat, jika nanti ada yang salah atau tidak sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat.

 

Contoh Organisasi Sosial

1. Partai Politik

contoh peran partai politik

Partai politik merupakan sebuah oganisasi yang fokusnya terdapat dalam dunia yang berhubungan dengan perumusan kebijakan publik, dari perumusan itulah akan muncul dampak besar bagi setiap warga masyarakat.

Di dunia ini banyak sekali partai politik, di Indonesia saja terdapat puluhan partai yang turut menjadi peserta kontestasi politik dalam negeri.

 

2. Lembaga Swadaya Masyarakat

Lembaga Perlindungan HAM KONTRAS

Lembaga swadaya masyarakat atau lebih dikenal dengan sebutan LSM juga merupakan salah satu bentuk dari adanya organisasi sosial.

Lembaga ini bersifat merakyat karena didirikan oleh berbagai unsur masyarakat dalam mencapai segala tujuannya.

Fungsi LSM salah satunya adalah dapat mengatasi beragam masalah sosial yang menimpa masyarakat, dan juga memberikan solusi atas permasalahan sosial yang terjadi.

Hingga saat ini terdapat lebih dari puluhan ribu LSM yang berkembang di Indonesia.

 

3. Organisasi Masyarakat

contoh organisasi sosial

Organisasi kemasyarakatan terkenal dengan singkatan ormas, biasanya ormas sangat lekat dengan kegiatan sweeping, namun tidak semua ormas didirikan dengan tujuan demikian.

Tak sedikit organisasi masyarakat yang menggelar aksi sosial, seperti salah satunya menggalang donor darah.

Hal ini bermula dari kesadaran sekelompok masyarakat untuk berkumpul dan membentuk visi serta tujuan bersama, aktivitas dari ormas selalu terorganisir dan menampilkan eksistensi mereka sebagai salah satu organisasi sosial yang ada.

Kategori PPKN

Tinggalkan komentar