Macam-Macam Ideologi

Pernah dengar istilah ideologi? Apa sih itu ideologi? dan apa aja sih macam-macam dari ideologi itu?

Nah, buat kamu yang belum tau nih ideologi bisa dibilang cara berpikir seseorang terhadap sesuatu demi kemajuan bersama.

Dan untuk jenis-jenis ideologi itu sendiri ada banyak, apa aja? Simak pembahasannya berikut.

Ideologi Kapitalisme

Ideologi Kapitalisme

Ideologi kapitalisme merupakan ideologi yang cukup dikenal di dunia. Ideologi kapitalime ini dipopulerkan oleh seorang bapak ilmu ekonomi dunia yaitu Adam Smith.

Paham ini digagas oleh Adam Smith karena tidak setuju dengan ideologi merkantilisme yang berkembang pada saat itu.

Oleh sebeb itu maka beliaulah kemudian memperkenalkan ideologi ini ke khalayak luas.

Ideologi merkantilisme menganggap bahwa tanah adalah sumber modal utama di dalam kehidupan.

Ideologi ini mengabaikan faktor lainnya sebagai sumber modal. Akhirnya Adam Smith menentang karena modal utama sesungguhnya yaitu modal itu sendiri atau capital. Sehingga ideologi tersebut terbantahkan dan terbukti salah menurutnya.

Teori Adam Smith menengenai ideologi kapitalisme yang cukup dikenal luas yaitu teori invisible hand (tangan yang tidak terlihat).

Teori invisible hand menjelaskan, bahwa di dalam sistem ekonomi suatu negara pasti akan ada suatu faktor yang selalu mengarahkan pasar untuk bekerja menjalankan fungsinya.

Oleh sebab itu peran serta pemerintah dan segala jenis peraturanya dianggap tidak perlu dilakukan.

Harus diakui bahwa ideologi  ini lebih populer dari macam-macam ideologi yang ada di dunia pada saat ini. Hal itu terbukti dengan digunakanya ideologi ini diberbagai belahan dunia.

Ideologi kapitalisme menekankan kepada penguasaan modal oleh pihak swasta yang dimana negara tidak berhak mengatur dan membuat undang-undang yang dapat mempersulit jalanya usaha mereka.

Ideologi  ini akan mengkerdilkan peran pemerintah sebagai seorang regulator yang berfungsi untuk mengatur negara.

Pemerintah akan dibuat layaknya seperti pengawas saja tanpa bisa melarang dan membatasi pihak swasta.

Tujuan dari swasta sudah jelas yaitu profit oriented. Mereka akan mengeruk keuntungan sebesar besarnya dengan modal yang seminimalis mungkin.

Ideologi ini cukup kontroversi di kalangan masyarakat. Hal itu karena pihak swasta seolah olah menjadi kekuatan yang super power tanpa bisa diimbangi dengan kekuatan lainnya.

Pemerintah yang seharusnya berperan sebagai regulator dikerdilkalkan fungsinya dan hanya menjadi seorang penonton ketika sumber dayanya di eksploitasi habis oleh pihak swasta.

Kesenjangan sosial akibat penerapan ini juga akan semakin lebar. Hal itu karena pihak swasta akan semakin super power dan kaum buruh tidak ada kesempatan untuk mengubah nasibnya.

Di berbagai negara ideologi ini banyak mendapat kecaman khususnya dari kaum urban.

Dampak negatif lainnya dari ideologi ini yaitu apabila pihak swasta masuk ke pemerintahan maka kontrol akan hilang.

Ideologi Liberalisme

Ideologi Liberalisme

Ideologi Liberalisme merupakan salah satu ideologi yang cukup dikenal dan populer di dunia .

Ideologi ini menekankan kepada kebebasan setiap golongan untuk dapat mengekspresikan keinginanya sendiri tanpa ada larangan dari pihak lainnya. Seperti dari asal katanya yaitu liberal yang berarti kebebasan.

Paham ini cukup populer di dunia karena dianggap sesuai dengan keinginan setiap individu.

Setiap individu secara alamiah tidak suka diatur, disuruh, dan menginginkan setiap kehendaknya dapat terpenuhi.

Oleh sebab itu perkembangan dari ideologi ini lebih cepat dibandingkan dengan macam-macam ideologi laiinya.

Setiap orang yang menganut paham ini akan menciptakan sebuah tananan dimana kebebasan sebagai kekuatan utama dalam membangun sebuah negara.

Kebebasan dapat menjadi sebuah tatanan yang lebih baik karena akan mewadahi seluruh umat manusia.

Padahal justru kenyataanya seringkali paham ini menyebabkan keributan khususnya pada pandangan agama dan politik.

Ideologi ini menekankan kepada tiga jenis nilai yaitu:

  • Life
  • Liberty
  • Property

Ideologi ini menganggap bahwa setiap orang harus memperoleh kesempatan yang sama dalam mencapai sesuatu.

Perbedaan akan terjadi karena kualitas dari tiap orang berbeda-beda sehingga wajar apabila ditemukan hasil yang berbeda. Kemampuan individu menjadi faktor yang membedakan itu semua.

Selain itu ideologi ini juga meyakini atas persamaan hak antara setiap individu.

Setiap individu berhak untuk menentukan sendiri berbagai hak umum seperti hak politik, hak beragama, dan berbagai hak lainnya.

Hal itu mendadakan bahwa setiap orang berpaham ini haruslah membuang segala jenis keegoisan dan haruslah menjaga agar hak orang lain tidak terenggut akibat dari perbuatanya.

Ciri ideologi liberalisme yaitu, pemerintah berfungsi sebagai pengawas bukan menjadi regulator.

Hal itu dibuktikan dengan setiap program kerja dari pemerintah haruslah dengan persetujuan dari rakyat terlebih dahulu.

Dimana rakyat agar berunding dan hasil dari perundingan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menjalankan fungsi pengawasanya.

Ideologi Marxisme

Ideologi Marxisme

Ideoogi marxisme merupakan ideologi hasil dari buah pemikiran seorang ahli ekonomi Karl Marx.

Ideologi ini merupakan salah satu bentuk perlawan Karl Marx terhadap ketidakadilan sistem ideologi kapitalisme.

Ideologi kapitalisme dianggap sebagai kesalahan yang besar karena akan semakin memperkaya pemilik modal dengan mengorbankan nasib kaum buruh yang menyedihkan.

Pada sistem kapitalisme buruh dipaksa bekerja berjam-jam dengan upah yang minimum.

Hal itu karena prinsip kapitalime yaitu profit sebanyak banyaknya dan modal seminimalis mungkin.

Untuk itu paham ini mesti diganti dengan paham lainnya. Sebuah ideologi yang akan menghancurkan kekuasaaan kaum kapitalis yaitu komunisme. Ideologi ini dianggap cikal bakal ideologi komunisme.

Ideologi Sosialisme

Ideologi Sosialisme

Ideologi sosialisme akan di identikan dengan ideologi komunisme. Hal itu karena prisip yang mendasar yaitu sama-sama mengutamakan segala kepemilikanya secara bersama-sama dan tidak mengakui adanya kepemilikan individu.

Seluruh aset dan modal akan dikuasai secara bersama sama demi kepentingan bersama suatu bangsa dan negara.

Ideologi ini berkembang pada abad ke 19 di Negara France yang kemudian disebarkan ke negara lainnya.

Tokoh dari ideologi sosialisme yaitu Karl Marx yang merupakan pencetus ideologi marxisme.

Ketidaksukaanya terhadap sistem ekonomi kapitalis membuat Karl Max dengan ideologi marxisme yang membuat sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik.

Empati yang dirasakan oleh Karl Marx terhadap nasib buruh dan tani membuatnya kemudian mencetuskan ide dan gagasan tersebut.

Kekuatan kapitalis akan tumbang dengan persatuan seluruh rakyat untuk melawan sistem yang menyengsarakan kaum urban tersebut.

Peran negara sebagai sebuah regulator berperan untuk menguasai aset dan dikelola demi kemajuan bersama.

Namun pada perkembanganya ideologi sosialisme juga mendapatkan banyak kritik.

Di dalam sistem ekonomi sosialisme akan membagi rata seluruh pendapatan warganya.

Hal itu akan membuat kecemburuan sosial karena beban pekerjaan setiap orang tentunya akan berbeda satu sama lainnya.

Bahkan seorang pengangguran akan mendapatkan penghasilan yang sama dengan orang bekerja.

Ideologi Nasionalisme

Ideologi Nasionalisme

Ideologi nasionalisme menitikberatkan kepada kedaulatan negara sebagai hal yang mutlak dan tidak boleh diganggu oleh pihak manapun.

Setiap warga negara haruslah memiliki rasa mencintai negara lebih dari apapun dengan berjuang dan berkorban secara bersama-sama demi menjaga kedaultan negara.

Pada saat ini nasionalime dibagi menjadi tiga bentuk yaitu nasionalis kewarganegaraan, nasionalis etnis, dan nasionalis romantic.

Nasionalis kewarganegaraan menunjukkan bahwa warga negara merupakan komponen yang berperan sangat penting di dalam tatanan sistem bernegara. Jadi kekuatan utama dari suatu negara bertumpu kepada warga negara.

Nasionais etnis menitikberatkan kepada budaya dan etnis sebagai komponen yang berperan dalam suatu negara.

Sedangkan nasionalis romantic adalah suatu kondisi dimana budaya, ras, dan etnik sebagai sumber kebenaran politik.

Kemudian sejarah dan budaya diulas kembali kemudian dijadikan sebagai identitas negara yang sah.

Ideologi Feminisme

Ideologi Feminisme

Ideologi feminisme merupakan ideologi yang menitikberatkan kepada keseteraan hak serta kewajiban bagi perempuan.

Kesetaraan tersebut meliputi hak ekonomi, politik, sosial, budaya, ruang pribadi, dan ruang publik.

Tujuan utama dari ideologi ini adalah memperjuangkan hak perempuan yang dahulu kala tidak boleh bersekolah, berpolitik, dan lain sebagainya.

Feminisme ini mulai berkembang sekitar abadi ke 18 dan cukup populer pada abad ke 20 karena sebuah tulisan yang berjudul

A Vindication of The Right of Woman

Tulisan tersebut ditulis oleh Mary Wollstonecraft. Buku itu diciptakan sebagai langkah kritisi terhadap revolusi perancis dan dianggap tidak memberikan peran kepada kaum wanita.

Ideologi Anarkisme

Ideologi Anarkisme

Salah satu ideologi yang berada di dunia yaitu ideologi anarkisme. Ideologi ini mengganggap bahwa negara merupakan sebuah gangguan dan tidak perlu ada.

Beberapa wiayah yang menganut ideologi ini yaitu sebagaian wilayah di Negara Spanyol.

Ideologi ini mulanya dianggap relevan namun pada praktiknya banyak terjadi kebingungan dan akhirnya bubar.

Ideologi ini menitikberatkan kepada kebebasan setiap individu, dimana sebuah tatanan negara dan politik dianjurkan untuk dibubarkan dan digantikan dengan tindakan sukarela dari setiap warga negara.

Di dalam sistem ini tidak ada hierarki dimana setiap orang dapat memainkan peranya sesuai kehendak masing-masing.

Ideologi Konservatisme

Ideologi Konservatisme

Ideologi konservatisme ini lebih menitikberatkan kepada ideologi yang memusatkan pada sistem tata kelola serta nilai-nilai ajaran tradisional dan kuno.

Ideologi ini sangat anti pati terhadap segala bentuk globalisasi dan modernisasi yang berkembang di seluruh belahan dunia. Ideologi ini populer karena adanya revolusi perancis.

Globalisasi dan modernisasi dianggap sebagai suatu upaya yang sia-sia serta memiliki dampak yang buruk bagi kehidupan mereka.

Hal itu membuat paham konservatisme cukup berkembang dan menjamur di berbagai tempat.

Globalisasi dianggap akan menumbuhkan perpecahan, persaingan yang tidak sehat, serta kesenjangan yang akan semakin melebar.

Ideologi Libertarianisme

Ideologi Libertarianisme

Ideologi ini merupakan sebuah kombinasi dari ideologi liberalisme dan sosialisme, dimana setiap orang di dalam suatu sistem pemerintahan diberikan kebebasan individu baik politik maupun ekonomi.

Namun untuk kepemilikkan pada berbagai sektor strategis akan dibebankan kepada negara.

Ideologi ini memang menitikberatkan kepada kebebasan individu namun peran pemerintahan masih dianggap penting di dalam ideologi ini.

Pemerintah berfungsi sebagai alat untuk mengatur serta mengawasi sebuah sistem tatanan negara.

Di dalam sistem ini masyarakat diberikan kebebasan yang tinggi dan negara dilarang untuk mengatur hak individu dari masyarakat.

Di dalam ideologi ini sangat membatasi terhadap ruang gerak lembaga sosial. Hal itu karena lembaga sosial dianggap akan mengganggu jalannya negara. Oleh sebab itu pada sistem ini maka lembaga sosial sangat dibatasi.

Ideologi Nazizme

Ideologi Nazizme

Ideologi Nazizme ini sangat identik oleh seorang tokoh asal jerman yaitu Adolf Hitler.

Nazi sendiri merupakan sebuah singkatan yang berarti nasional sosialisme. Ideologi ini diprediksi bukan merupakan hasil gagasan dan ide original namun merupakan hasil penggabungan berbagai ideologi lainnya yang paling terlihat yaitu anti yahudi.

Banyak orang yahudi yang dihukum pada saat itu. Di masa kejayaanya Adolft Hitler banyak sekali menghukum, memenjajarakan bahkan membunuh orang yahudi di seluruh dunia.

Oleh sebab itu maka akhirnya paham ini mendapatkan kecaman dan kritikan oleh berbagai tokoh di dunia.

Paham ini sangat keras dan kejam. Ideologi ini berakhir ketika Adolft Hitler mendapatkan hukuman mati karena perbuatanya.

Meskipun Adolft Hitler telah mendapatkan hukuman mati namun beberapa orang beranggapan bahwa sebenarnya tokoh nazi tersebut berhasil lolos dan menyelamatkan diri keluar dari eropa.

Konon Hitler menyebarkan paham ini ke seluruh dunia dan menyisikan paham ini di seluruh dunia secara underground atau organisasi bawah tanah.

Ideologi Fasisme

_Ideologi Fasisme

Ideologi fasisme ini mirip dengan sistem kerajaan zaman dahulu kala. Hal itu karena pada ideologi ini menekankan kepada kepemimpinan tunggal yang dipegang oleh seseorang yang dianggap kuat dan mempu mengatur serta mengelola sistem bernegara.

Fasisme ini salah satu ideologi yang kuat dan keras sehingga ruang gerak setiap orang terbatas dalam memenuhi hak-hak nya.

Segala aspek kehidupan di dalam ideologi ini tidak lepas dari aturan baik aspek politik, sosial, budaya hingga ekonomi semua di atur oleh negara.

Paham ini akan berusaha untuk membentuk suatu partai tunggal di dalam suatu sistem pemerintahan.

Hal itu membuat kekuasaan dan wewenang mengatur negara tidak ada yang mengganggu dan mengawasi satu sama lainnya.

Setiap orang yang menganut paham ini akan senantiasa mempercayai seorang pemimpin tunggan yang dianggap kuat.

Lalu pemimpin tersebut akan mengatur jalanya negara secara otoriter. Hal itu dipercaya akan menciptakan sistem dan tata kelola pemerintah yang lebih baik dibandingkan dengan sistem banyak partai.

Paham ini mulai berkembang pada saat perang dunia ke 1 dan mulai populer ketika perang dunia ke 2.

Namun paham ini mendapatkan kritik karena pahamnya yang keras dan cenderung menguntungkan salah satu pihak saja sehingga akhirnya ideologi ini mulai runtuh dan mulai ditinggalkan.

Ideologi Demokrasi

rakyat merupakan kekuasaan tertinggi pada negara demokrasi

Demokrasi merupakan sistem ideologi yang dianut oleh Negara Indonesia. Demokrasi terdiri dari dua kata yaitu demos dan kratos. Demos berarti rakyat dan kratos berarti kekuasaan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa demokrasi adalah kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Suara rakyat akan diwakili oleh dewan yang diberi nama dewan perwakilan rakyat.

Slogan yang cukup familiar yaitu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat merupakan ciri negara demokrasi.

Selain itu dalam proses berjalannya suatu negara maka akan diadakan pemilihan umum yang berfungsi untuk memilih legislatif (Perwakilan rakyat) dan eksekutif (pemerintah) yang akan saling bersinergi dalam membangun negara.

Beberapa negara yang menganut sistem demokrasi yaitu, Norwegia, Denmark, Amerika, Swedia, Venezuela, Australia, Belgium, Selandia Baru, dan masih banyak negara lainnya yang menggunakan sistem ini.

Di berbagai belahan dunia memiki macam-macam ideologi yang berkembang di masyarakat. Setiap ideologi memiliki pro dan kontranya masing-masing.

Oleh sebab itu kita jaganlah menjustifikasi ideologi yang orang lain percayai. Prinsipnya yaitu tunduh dan patuhlah kita terhadap ideologi negara kita.

Kategori PPKN

Tinggalkan komentar