Kalimat Efektif

Dalam menghasilkan sebuah tulisan, kita harus memahami apa itu kalimat efektif dan juga kalimat tidak efektif.

Pemahaman ini akan membuat penulisan kalimat tidak berbelit-belit dan langsung ke pokok pembahasan.

Pembaca akan lebih nyaman dalam membaca tulisan kita dan maksud dari tulisan tersebut juga dapat tersampaikan dengan baik.

Agar dapat mengetahui kaidah penulisannya, berikut adalah penjelasan lengkap. Dimulai dari pengertian, struktur, ciri-ciri, syarat hingga contoh.

 

Pengertian Kalimat Efektif

Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif ialah,

Kalimat yang disusun sesuai kadiah berlaku.

Unsur-unsur penting di dalamnya harus ada seperti subjek, predikat serta pemilihan diksi yang tepat.

Kalimat ini akan membuat tulisan kita lebih mudah dipahami serta tidak berbelit-belit. Pengertian lain ialah,

Kalimat yang baik karena apa yang dirasakan atau dipikirkan penulis akan dapat dipahami serta diterima oleh pembaca.

Kalimat ini juga dapat diartikan sebagai kalimat yang bias memberi efek tertentu dalam proses komunikasi.

Efek yang dimaksud ialah kejelasan komunikasi karenat idak menggunakan kata-kata mubadzir namun pesan dari kalimat itu akan tetap disampaikan.

 

Struktur Kalimat Efektif

Struktur Kalimat Efektif

1. Struktur Kalimat Efektif Umum

Unsur-unsur yang terdapat pada kalimat umum ini masih dibagi dua, yaitu unsur wajib serta unsur tidak wajib. Unsur wajib ialah subjek serta predikat, sementara unsur tidak wajib ialah unsur yang boleh disertakan dan boleh tidak disertakan, termasuk kata kerja bantu.

 

2. Struktur Kalimat Efektif Paralel

Struktur dalam kalimat efektif akan menggunakan bentuk bahasa sama yang digunakan dalam satu susunan serial.

 

3. Struktur Kalimat Periodik

Struktur ini akan lebih mengemukakan unsur tambahan baru lalu barulah menuju unsur intinya. Hal ini dilakukan agar dapat menarik perhatian pembaca.

 

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Terdapat beberapa ciri dari kalimat efektif yang membedakannya dari kalimat tidak efektif. Berikut adalah penjelasannya.

1. Memakai Diksi Yang Tepat

Penggunaan diksi atau pilihan kata akan terbilang tepat. Yang dimaksud tepat ialah sesuai tema atau topik yang dibahas dalam tulisan itu. Pemilihan diksi yang tepat bisa membuat kalimat yang ditulis menjadi tidak berbelit-belit.

2. Memiliki Unsur Pokok Subjek dan Predikat

Sebuah kalimat pastinya memiliki unsur subjek serta predikat. Unsur lengkap sebuah kalimat sendiri mencakup subjek, predikat, objek serta keterangn. Satu kesatuan yang lengkap ini akan bisa membuat kalimat yang ditulis lebih dipahami pembaca.

3. Taat Aturan EYD Yang Berlaku

Dalam kaidah penulisan Bahasa Indonesia terdapat aturan EYD dan bahaimana sebuah kata berubah apabila diberi imbuhan, akhiran ataupun sisipan. Kalimat yang mematuhi aturan ini akan bisa dibilang efektif.

4. Menekankan Pada Ide Pokok

Ide pokok yang tercantum di dalam kalimat akan membuatnya lebih mudah dipahami pembaca. Fokus pada ide pokok juga membantu kita agar tidak membahas hal-hal lain yang tidak perlu.

5. Mengacu Pada Penghematan Penggunaan Kata

Sebuah kalimat akan dapat dikatakan efektif apabila tidak ada pengulangan kata secara berlebihan, terutama kata yang tidak terlalu penting.

6. Menggunakan Kesejajaran Bentuk Bahasa

Kesejajaran bahasa ialah cara penempatan ide yang sama di dalam sebuah tulisan yang dibuat supaya tidak melenceng dari topik atau tema yang dibahas.

7. Menggunakan Variasi Struktur Kalimat

Supaya tulisan tidak memiliki kesan monoton, variasikan struktur kalimat yang dipakai. Bisa dengan frase keterangan waktu, keterangan tempat, keterangan cara, keterangan verbum ataupun partikel penghubung.

 

Syarat Kalimat Efektif

Syarat Kalimat Efektif

Berikut adalah beberapa syarat agar sebuah kalimat dapat dikategorikan sebagai kalimat efektif.

1. Kesatuan

Kesatuan ialah keseimbangan pikiran atau gagasan serta struktur bahasa yang dipakai. Kesatuan gagasan kalimat akan diperlihatkan adanya kesepadanan yang kompak serta kepaduan pikiran yang baik.

Ciri-ciri kesatuan kalimat ialah adanya subjek serta predikat yang jelas, tidak memiliki subjek ganda, tidak ada kata penghubung intra kalimat khusus untuk kalimat tunggal serta predikat kalimat tidak akan didahului oleh kata “yang”.

 

2. Kehematan

Pengertian dari kehematan ialah usaha untuk menghindari pemakaian kata yang dirasa tidak perlu. Hemat berarti tidak ada penggunaan kata-kata yang mubadzir, tidak menjamakkan kata yang memang sudah berbentuk jamak serta tidak melakukan pengulangan subjek. Penghematan kata akan membuat kalimat semakin padat serta berisi.

 

3. Keparalelan

Keparalelan ialah kesamaan bentuk yang digunakan pada sebuah kalimat. Artinya, apabila kata pertama berbentuk verba, maka kata kedua harus pula berbentuk verba.

 

Contoh Kalimat Efektif

Contoh Kalimat Efektif

Ada banyak contoh dari kalimat efektif. Berikut adalah beberapa di antaranya dan perbandingan dengan kalimat yang tidak efektif.

  • Diana membeli kue untuk adiknya. Bentuk tidak efektifnya adalah: Diana membelikan kue untuk adiknya Diana.
  • Anak-anak harus berhati-hati jika melewati lorong. Bentuk tidak efektifnya adalah: Para anak-anak harus berhati-hati jika anak-anak melewati lorong.
  • Setiap hari Jumat anak-anak latihan pramuka. Bentuk tidak efektifnya adalah: Setiap hari Jumat para anak-anak latihan pramuka.

Gimana? Udah paham kan tentang kalimat efektif? Udah bisa juga kan gimana cara buat kalimat efektif?

Tinggalkan komentar