Demokrasi Terpimpin

Kalau kamu sedang belajar sejarah Indonesia, tentu kamu tidak asing lagi dengan istilah sistem demokrasi yang ada di Indonesia.

Salah satu dari sistem demokrasi yang ada di Indonesia ialah sistem demokrasi terpimpin.

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa demokrasi tersebut merupakan sistem demokrasi yang berpusat pada presiden yang tengah memegang kekuasaan kala itu. Lantas, benarkah hanya sekadar itu saja?

Untuk mengetahui lebih lengkap, simak pembahasannya berikut ini!

 

Apa Itu Demokrasi Terpimpin?

pengertian Demokrasi Terpimpin

Sistem demokrasi terpimpin adalah salah satu sistem demokrasi yang sempat berjalan di negara Indonesia mulai tahun 1959 hingga tahun 1965.

Sistem demokrasi yang dicetuskan oleh presiden pertama Indonesia Soekarno merupakan sistem demokrasi yang mana segala macam kebijakan atau keputusan berada di tangan pusat atau satu orang yakni pemimpin pemerintahan.

Latar belakang dicetuskannya sistem demokrasi tersebut pada mulanya berangkat dari adanya gerakan separatis pada masa demokrasi liberal, yang mana menyebabkan ketidakstabilan negara.

Penyebab lainnya dari terbentuk sistem demokrasi tersebut ialah adanya pergantian kabinet pada masa demokras liberal yang terlalu sering dan menyebabkan pembangunan ekonomi menjadi tersendat.

Dari sisi politik, latar belakang tercetusnya sistem demokrasi tersebut ialah kegagalan konstituante dalam menyusun Undang-Undang Dasar baru guna menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950.

Presiden Soekarno memiliki tujuan tersendiri yang menyebabkannya mencetuskan sistem demokrasi terpimpin tersebut.

Adapun tujuan dari sistem demokrasi yang dicetuskan oleh suami Fatmawati tersebut di antaranya ialah untuk menggantikan sistem demokrasi liberal yang dianggap sudah tidak lagi stabil serta meningkatkan kekuasaan presiden pada waktu itu  sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

 

Ciri-Ciri Demokrasi Terpimpin

Bagi kamu yang sulit membedakan antara sistem demokrasi besutan Presiden Soekarno dengan sistem demokrasi lainnya yang pernah diterapkan di Indonesia.

Maka kamu harus terlebih dahulu mengeahui ciri-ciri sistem demokrasi tersebut. Apa saja sih ciri-ciri demokrasi yang konon merupakan sistem demokrasi paling bersejarah di Indonesia itu?

1. Menonjolkan presiden sebagai penguasa tertinggi

ciri demokrasi terpimpin Menonjolkan presiden sebagai penguasa tertinggi

Ciri pertama yang dimiliki oleh sistem demokrasi tersebut ialah lebih menonjolkan presiden sebagai penguasa tertinggi dalam suatu negara.

Jadi, ketika mulai diberlakukannya sistem demokrasi tersebut pada tanggal 5 Juli tahun 1959 maka negara Indonesia resmi berada di bawah pemerintahan Presiden Soekarno kala itu.

 

2. Peran partai politik terbatas

Tujuan Partai Politik

Ciri kedua yang dimiliki oleh sistem demokrasi tersebut ialah terbatasnya peranan partai politik yang ada di Indonesia.

Jadi, seakan-akan keberadaan partai-partai politik di Indonesia hanya menjadi pendukung bagi kebijakan-kebijakan dari Presiden Soekarno.

 

3. Besarnya peranan militer

ciri demokrasi terpimpin peranan militer

Bahkan, peranan militer pada masa tersebut terdiri atas dua fungsi atau yang faimiliar dengan dwi fungsi yakni sebagai garda pertahanan nasional atau negara serta memiliki sumbangsih tersendiri bagi pemerintah.

 

4. Semakin berkembangnya paham komunis

ciri demokrasi terpimpin Semakin berkembangnya paham komunis

Ciri keempat dari sistem demokrasi yang rilis pada tahun 1959 tersebut ialah semakin berkembangnya paham komunis di Indonesia.

Hal itu tidak lain disebabkan karena adanya hubungan baik antara Presiden Soekarno dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

 

5. Pencekalan pers

ciri negara demokrasi Adanya kebebasan pers

Kebijakan pemerintah yang baru terkait pers, membuat sebagian besar pers pun menarik diri dan enggan untuk mengedarkan secara luas berita yang ada.

 

6. Sentralisasi pada pemerintahan

ciri demokrasi terpimpin sentralisasi pemerintahan

Ciri keenam dari sistem demokrasi yang pernah diterapkan di negara Indonesia tersebut ialah adanya sentralisasi terhadap pemerintahan.

Hal ini membuat sistem demokrasi tersebut menjadi tidak adil, yang mana salah satu contohnya adalah adanya penguasaan yang penuh terhadap pemerintahan oleh pusat.

Belum lagi peran partai politik yang tidak jelas dan justru hanya sekadar menimbulkan kekacauan.

 

7. Banyak peristiwa pelanggaran HAM

ciri demokrasi terpimpin Banyak peristiwa pelanggaran HAM

Ciri terakhir dari sistem demokrasi yang ada pada pemerintahan Presiden Soekarno ialah banyaknya peristiwa pelanggaran HAM khususnya yang menjadi korban adalah masyarakat biasa.

Jadi, seakan-akan tidak ada lagi masyarakat yang boleh menentang kebijakan pemerintah kala itu.

 

Dampak Demokrasi Terpimpin

Sebagai suatu sistem demokrasi yang pernah diterapkan di Indonesia, sistem demokrasi terpimpin memilki beberapa dampak bagi masyarakat luas.

Adapun dampak-dampak tersebut bisa berupa dampak positif maupun dampak negatif, yang mana di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Dampak positif

dampak positif demokrasi terpimpin

  • Negara Indonesia terhindar dari adanya perpecahan, pertikaian dan krisis yang tidak berkesudahan.
  • Negara Indonesia dapat mengembalikan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai pedoman guna menjalankan pemerintahan.
  • Adanya sistem demokrasi yang dicetuskan oleh presiden pertama Republik Indonesia tersebut menjadi awal terbentuknya beberapa lembaga tinggi negara seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS).

 

2. Dampak negatif

Dampak negatif demokrasi terpimpin

  • Terdapatnya penyalahgunaan terhadap kekuasaan oleh Presiden, anggota MPR dan lembaga-lembaga tinggi negara lainnya karena mempunyai kekuasaan yang besar.
  • Pemberlakuan dua fungsi atau dwifungsi militer sehingga militer bisa ikut berpolitik.

Sejatinya, tiap-tiap sistem demokrasi yang ada di Indonesia senantiasa mempunyai dampak positif maupun negatif dalam penerapannya di negara tersebut.

Tidak dipungkiri hal yang serupa juga dialami pada sistem demokrasi terpimpin. Meski demikian, sebaiknya kamu bisa dengan bijak dalam memetik segala hal yang baik dalam sistem demokrasi tersebut. Semoga bermanfaat!

Kategori PPKN

Tinggalkan komentar