Bentuk Interaksi Sosial

Sebagai manusia tentunya kamu sering kan menyaksikan atau bahkan mengalami interaksi sosial.

Pasti hidup kita bahkan lebih susah jika tidak ada interaksi sosial. Karena seperti kata orang-orang manusia itu makhluk sosial.

Lalu apa aja sih bentuk dari interaksi sosial?

Nah, pembahasan kali ini akan dibahas lengkap nih tentang bentuk-bentuk interaksi sosial. Karena memang ada  beberapa jenis interaksi sosial seperti asosiatif dan juga disasosiatif.

Interaksi sosial asosiatif

Interaksi sosial asosiatif

Pertama yuk bahas tetang interaksi sosial asosiatif. Interaksi sosial ini adalah sebuah bentuk interaksi sosial yang positif dan membawa dampak yang baik bagi para pelakunya.

Kegiatan atau praktek interaksi sosial yang masuk dalam kategori ini adalah interaksi-interaksi yang berujung pada persatuan dan kesatuan.

Biasanya interaksi ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan positif. Ada banyak jenis kegiatan yang termasuk dalam interaksi sosial asosiatif diantaranya adalah kerjasama, gotong royong, akomodasi, akulturasi dan asimilasi.

Kerja sama, akomodasi, asimilasi dan akulturasi adalah contoh-contoh dari interaksi sosial asosiatif. Berikut ini penjelasannya masing-masing:

1. Akomodasi

Kerja sama akomodasi asimilasi akulturasi paternalisme

Akomodasi adalah sebuah usaha yang dilakukan dengan tujuan menyelesaikan konflik atau pertikaian yang terjadi antara beberapa pihak.

Akomodasi ini dilakukan untuk mengatasi dan menyelesaikan suatu konflik yang sedang memanas.

Jika akomodasi berhasil dilakukan maka akan tercipta suatu kedamaian dan kestabilan tanpa adanya konflik-konflik serupa yang terulang kembali.

 

2. Asimilasi

Asimilasi adalah bercampurnya 2 kebudayaan menjadi satu. Pada proses asimilasi ini terdapat 2 kebudayaan yang berbeda yang lama-kelamaan akan melebur dan bergabung menjadi 1.

Contoh nyata dari asimilasi ini adalah penggunaan bahasa daerah tertentu oleh orang-orang yang tinggal di dalamnya tanpa memandang suku atau ras dari masing-masing orang.

 

3. Akulturasi

Akulturasi memiliki kandungan kata kultur yang artinya budaya.

Maksud adari akulturasi ini adalah semua bentuk penerimaan atas unsur-unsur baru dan menjadikannya suatu kebuadyaan baru tanpa menggeser kebudayaan lama yang sudah ada sebelumnya.

Nilai akulturasi ini bisa disaksikan di berbagai fenomena, salah satunya itu adanya bangunan-bangunan bersejarah yang ternyata setelah diselidiki lebih lanjut merupakan hasil dari proses asimilasi yang terjadi antara beberapa kepercayaan yang ada di masa Nabi terdahulu.

 

Interaksi sosial disasosiatif

Interaksi sosial disasosiatif

Interaksi sosial diasosiatif adalah kebalikan dari interaksi sosial asosiatif. Pada interaksi sosial ini hasil yang diperoleh dari interaksi yang terjadi adalah perpecahan di tubuh individu atau kelompok.

Interaksi sosial bentuk ini banyak dikaitkan dengan hal-hal negatif dan meresahkan. Beberapa jenis dari interaksi sosial diasosiatif ini diantaranya adalah persaingan, kontravensi dan konflik.

Kalau kamu ingin tahu lebih dalam tentang macam-macam interaksi sosial disasosiatif maka baca duu penjelasan berikut ini:

1. Persaingan

Persaingan pertentangan kontraversi kontravensi pertikaian

Persaingan atau kompetisi adalah sebuah perasaan yang manusiawi dan dirasakan oleh banyak orang.

Persaingan ini bisa berakhir kurang manis mengingat banyak prang di dunia kerja yang berlomba-lomba mlimohakan salah ke tangan orang lain.

 

2. Kontravensi

Kontravensi ini adalah sebuah perasaan tidak senang yang dipendam di hati dan tidak dikeluarkan atau diekspresikan.

Hampir semua orang pasti pernah mengalami dan melakukan kontravensi ini.

Meskipun hanya disimpan di dalam hati dan tidak diutarakan, interaksi sosial yang satu ini bisa berakibat kepada perpecahan atau kondisi-kondisi yang tidak diinginkan.

 

3. Konflik

Kamu pasti sudah sering sekali dengar tentang konflik. Konflik ini adalah sebuah hal yang berkonotasi negatif yang identik dengan keributan.

Kalau dilihat dari segi bahasa, konflik ini bisa diartikan sebagai sebauh proses sosial yang terjadi antara individu maupun kelompok.

Konflik atau pertentangan ini tidak jarang berakhir ke kantor polisi. Untuk itu ingat untuk selalu menjauhkan diri dari hal-hal berisiko seperti konflik ini.

Nah, gimana? udah paham kan bentuk-bentuk interaksi sosial? Jadi semua interaksi yang kamu lakukan ada jenisnya. Selamat belajar!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Perubahan Sosial Budaya
Read More

Perubahan Sosial Budaya

Manusia sebagai makhluk sosial tentu terus mengalami perubahan sosial, entah dari cara bergaul, cara berbicara dan lain-lain yang…