Aristokrasi

Pernah dengar istilah aristokrasi? mungkin kamu asing dengan istilah aristokrasi, tapi jika kamu perhatikan isitilah ini sekarang sering terdengar di Indonesia.

Buat kamu yang penasaran dengan aristokrasi, coba nih simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

 

Pengertian Aristokrasi

pengertian aristokrasi

Guys, jadi yang dinamakan dengan aristokrasi merupakan,

Suatu wujud pemerintahan yang mana kekuasaan negara jatuh dalam genggaman suatu kelompok kecil serta memperoleh keistimewaan atau kelompok yang mendapatkan kekuasaan atas negara tersebut.

Tahukah kamu bahwa sebetulnya istilah sistem pemerintahan tersebut berasal dari negara Yunani yang dapat dimaknai sebagai suatu wujud aturan yang baik.

Seiring perkembangan zaman, istilah tersebut pun banyak didukung oleh berbagai ahli. Salah satunya adalah Aristoteles.

Ia adalah seorang filsuf Yunani yang merupakan seorang murid dari Plato dan mendukung adanya sistem pemerintahan tersebut.

Selain Aristoteles, ada juga ahli ternama dunia yang mendukung sistem pemerintahan tersebut. Julius Evola yang merupakan seorang filsuf, pelukis maupun esoteric Italia pun juga mendukung adanya sistem pemerintahan tersebut. Bagaimana denganmu?

 

Sejarah Singkat Aristokrasi

sejarah aristokrasi

Guys, sejarah singkat sistem pemerintahan aristokrasi sebenarmya dipelopori oleh dua filsuf ternama Yunani yakni Plato dan muridnya Aristoteles.

Pada konsep mereka, sistem pemerintahan tersebut seharusnya diisi oleh orang-orang yang mampu dan berkompeten. Jadi, konsep tersebut lebih mengacu pada kontradiksi sistem demokrasi yang dianut oleh Yunani pada masa itu.

Dalam praktik menjalankan sistem pemerintahan tersebut, keduanya tentu menghadapi beberapa hambatan. Hambatan tersebut muncul terkait kriteria apa saja yang wajib dimiliki oleh seseorang yang dianggap kompeten.

Pada zaman tersebut, dewan laki-laki dianggap sebagai senat pada unit politik tersebut. Orang-orang Yunani pada masa itu tidak menyukai konsep pemerintahan monarki yang dianggap identik dengan segala hal berbau otoriter.

Apabila  menelisik lebih jauh dalam sebuah buku yang berjudul Leviathan, Thomas Hobbes menjelaskan bahwa sistem pemerintahan yang dipelopori oleh Plato dan Aristoteles tersebut merupakan suatu sitem pemerintahan persemakmuran yang mana perwakilan-perwakilan dari warga negara tersebut adalah pengumpulan dari setiap bagian.

Leviathan book

Secara singkat sistem pemerintahan tersebut disimpulkan sebagai suatu pemerintahan yang mana hanya beberapa bagian tertentu yang bisa mewakili, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memimpin.

Sistem pemerintahan tersebut pun seringkali dibandingkan dengan beberapa istilah di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Meritokrasi yakni pemerintahan yang mana dipimpin oleh seorang individu dengan kualitas paling pantas untuk memimpin negara.
  2. Otokrasi yaitu suatu pemerintahan yang dipimpin oleh seorang individu.
  3. Oligarki yakni suatu pemerintahan yang dipimpin oleh segelintir individu.
  4. Monarki yaitu sistem pemerintahan yang dipimpin oleh seorang individu dan identik dengan kekuasaan yang absolut atau mutlak.
  5. Demokrasi yakni pemerintahan oleh rakyat yang berdaulat.
  6. Plutokrasi ialah sistem pemerintahan yang dipimpin oleh orang-orang kaya yang mana mengambil alih kekuasaan pemerintahan.

 

Ciri-Ciri Aristokrasi

Ciri-Ciri Aristokrasi

Tahukah kamu bahwa untuk mengenali sistem pemerintahan aristokrasi kamu harus mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu.

Adapun karakteristik atau ciri-ciri dari sistem pemerintahan tersebut yang bisa kamu ketahui di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Sistem pemerintahan dikuasai oleh suatu kelompok kecil.
  2. Bertujuan untuk mendirikan sistem pemerintahan yang baik.
  3. Dipelopori oleh suatu kelompok kecil yang pada umumnya ialah kelompok bangsawan, negarawan, cendekiawan serta segelintir orang-orang tertentu.
  4. Berbeda dengan bentuk pemerintahan yang bersifat monarki atau memiliki kekuasaan yang absolut atau tetap.
  5. Bersifat kontras atau bertolak belakang dengan sistem pemerintahan demokrasi.
  6. Kejahatan berupa KKN atau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dapat berkembang dengan begitu pesat.
  7. Seiring dengan perkembangan zaman, sistem pemerintahan tersebut dapat dipahami sebagai sistem pemerintahan yang dikuasai oleh orang-orang kaya saja.
  8. Sistem pemerintahan tersebut berpotensi menimbulkan suatu kekacauan pada berbagai macam bidang seperti halnya dalam bidang sosial, politik dan ekonomi.
  9. Mempunyai suatu kepentingan maupun tujuan yang cenderung merugikan rakyat.
  10. Merupakan suatu wujud atau bentuk kegagalan dari sistem pemerintahan demokrasi.

 

Contoh Negara Penganut Sistem Aristokrasi

Apakah kamu sudah memahami apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan menurut Plato dan Aristoteles tersebut? Mudah bukan?

Nah, guys sistem pemerintahan satu ini dianut oleh beberapa negara di dunia. Walaupun tidak banyak, akan tetapi kamu perlu mengetahui contoh negara mana saja yang menganut sistem pemerintahan tersebut.

 

1. Inggris

Contoh Negara Penganut Sistem Aristokrasi inggris

Negara yang berada di daratan Eropa ini merupakan salah satu contoh negara di dunia yang menerapkan sistem pemerintahan yang dipelopori oleh Plato dan Aristoteles tersebut.

Inggris tidak murni menganut sistem pemerintahan tersebut karena sudah bercampur dengan sistem pemerintahan demokrasi.

Sejak zaman dahulu, parlemen Inggris sudah diisi dengan para bangsawan yang dilakukan secara turun-temurun. Adapun orang-orang yang mengisi parlemen ini disebut dengan House of Lord.

Orang-orang yang mengisi parlemen ini biasanya mempunyai gelar seperti Sir.

 

2. Nigeria

Contoh Negara Penganut Sistem Aristokrasi nigeria

Contoh negara yang menerapkan sistem pemerintahan cetusan Plato dan Aristoteles berikutnya ialah Nigeria. Sistem pemerintahan tersebut sejatinya tidak diterapkan secara langsung oleh Nigeria.

Kepala negara Nigeria saat ini ialah presiden dengan bentuk negara republik. Meski demikian beberapa wilayah maupun negara bagian di Nigeria dikepalai oleh raja-raja.

Kedaulatan rakyat di Nigeria diterapkan guna memilih presiden. Namun, kepala negara bagian sebagian besar masih dipimpin oleh raja-raja dari generasi ke generasi.

 

3. India

Contoh Negara Penganut Sistem Aristokrasi india

Ketika India berada di bawah pemerintahan kekaisaran Mughal, para keluarga-keluarga pemilik tanah mampu menguasai hukum dan administrasi yang ada.

Bangsawan-bangsawan bertugas untuk mengurus keperluan lembaga negara sedangkan para pangeran yang ada di kerajaan akan menunjuk pejabat yang menjalankan administrasi negara.

Apakah kamu sudah memahami bagaimana sistem pemerintahan aristokrasi dan contoh-contoh negara yang menerapkan sistem pemerintahan tersebut?

Semoga informasi tersebut bisa membantu kamu dalam menambah wawasan terkait sistem pemerintahan cetusan Plato dan Aristoteles tersebut.

Kategori PPKN

Tinggalkan komentar